sstttt… ada yang sedang duduk di beranda
sedang apa ia disana?
ia berpesan tidak ada yang boleh mengganggunya
tenang saja, ia tidak sakit jiwa
tidak juga terserang perasaan euphoria

sstttt… ada yang termenung disini
ada apa ini?
tenang, ia tidak sedang bersedih hati
tidak pula patah hati
jadi apa arti semua ini??

sstttt… cepat lari.
ada serigala sedang wara wiri
aku bukan takut mati
tapi hanya mencoba menyelamatkan diri

hey! kenapa tiba-tiba saja aku ingin menyerah
ingat!! bukan karena aku kalah
jangan pula kau sebut aku mengalah
aku cuma lelah

sstttt.. ada yang sedang duduk di beranda
sedang apa ia disana?
duduk sendiri sambil tertawa tawa
ah sialnya ini ternyata hanya imajinasiku saja

Berhenti bicara soal rasa
Mungkin ini cuma situasi yang mengada ada
Atau cuma khayalanku saja
Bahkan sebenarnya tidak ada

Hey! ini bukan sebuah cerita cinta
ataupun yang mereka sebut romansa
Karena disini tidak ada pemainnya
antara dua manusia yang memadu kasih asmara

Hey! ini bukan kriminalisasi
karena tidak ada penjahat yang dicambuk mati
Hey! ini bukan duka
karena belum ada akhir yang terluka

Ini semu

Tidak nyata

Ini rancu

Mungkin kerena kita berbeda

Ah sial, tidak ada kopi disini
Mungkin segelas air putih cukup untuk memulai hari
Hey! Lihat sekarang sudah pagi
Tiba saatnya bangun dari mimpi

Ps, saya rindu laut..

Rasa ini kembali ada
Ketika asa kembali tertawa
Aku pikir ini masih belum terlalu lama
Tapi mengapa terasa sudah cukup lama

Mari teliti lagi
Apa ini yang disebut mimpi ?
Atau hanya gigitan jari
Ah lagi-lagi hati ini mengungkiri
Yang lebih parahnya lagi malah ingin pergi

Padahal aku tahu ini bukan harga mati
Bahkan bukan pula hukuman mati
Atau cerita-cerita napi yang tersakiti
ini..
Hanya sekedar persoalan hati
Yang malu saat jatuh hati

Arrggh.. lama-lama tidak ingin berlama-lama
Tapi apa daya
Aku tidak bisa berkata apa-apa
Saat idelisme mulai berbicara
Dan sialnya..
Aku hanya wanita biasa
Yang mereka sebut si keras kepala
Ah persetan dengan semua!!

Kuhabiskan saja kopi yang kubuat tadi
Lalu pergi menari bersama kabut pagi
Atau sekedar mencium aroma tanah sehabis hujan
Dengan harapan semua dapat terselesaikan

Aku punya satu pesan untukmu oh hujanku
Semoga kita bertemu dilain waktu…

(Maap. Saya tidak terlalu pandai untuk merangkai untuk menjadikan tulisan ini menjadi tidak seperti terlihat menya-menye atau bahkan tidak terlihat seperti keledai sekalipun)

Belum juga memulai menulis ini saja saya sudah meminta maap. Sinting !! Selama ini saya selalu diprotes beberapa teman dekat saya. Kalo mau ngerjain sesuatu, menemukan hal baru, atau sedang merasakan sesuatu selalu didahulu dengan kata takut. T-A-K-U-T…!! Takut salah, takut kalah, takut terlalu senang, takut sedih, takut kecewa, takut ini itu bla bla bla. Well saya cukup menyadari itu sungguh memilukan untuk ukuran gadis berusia 21thn. Shit!

Contohnya saya sangat takut merasakan disayang ataupun tertarik dengan orang lain. Sampai ketika teman saya mengatakan ‘Mungkin Lo LUPA rasanya BA-HA-GIA, Makanya lo selalu takut kenyataannya nanti akan sakit’. Sial.. Terlalu prefer kan nggak ada salahnya. Biar nggak terlalu sakit nantinya kalau kenyataan tidak sesuai perkiraan atau yang kita harapkan. Karena kesiagaan yang saya miliki, makanya selalu ada benteng kata TAKUT disetiap kejadian yang saya alami. BODOH !!

Ketika merasakan bahagia, yah saya SE-HA-RUS-NYA benar-benar menikmatinya. Bahkan sedih sekalipun saya HARUS menikmatinya. Saya ingin benar-benar menikmati semuanya. SEMUANYA!!

Ya. Kali ini saya tidak ingin menjadi sosok penakut, pecundang atau apapun mereka menyebutnya. SUNGGUH menyadari kalau hal tersebut memilukan sekali. Miris sekali bukan ??

‘Meski takut, takut tetap jalan. itulah keberanian’

Regard,

-Aul-

saya benar-benar sangat menyayangkan sekali apabila ada seseorang yang putus sekolah dan tidak memperdulikan pendidikan dengan alasan bukan karena tidak ada biaya, tetapi karena alasan ‘MALAS’…

Sungguh malang sekali…

komposisi diri tak lagi seimbang

saat hati mulai mengambang

tergenang-genang

hilir mudik dengan gampang

benarkah yang meraka katakan

saya sudah lupa rasanya bahagia

apakah itu celaan dari kalian

tertawalah sepuasnya

berharap menjadi mati rasa

tapi apa daya jiwa

selalu samar seketika

kalian mencoba selalu berdansa bersama

sudahlah…

belajarlah berdamai

kembalilah…

tak perlu lagi ada ilusi

regard,

aul.

02:25 am.

Mars, 23 Juni’09.

ps:  kali ini saya benar-benar rindu hujan.

LAGU WANITA by Naif

Selama ada wanita
Hidup ‘kan terasa indah
Jikalau tiada wanita
Hidup ‘kan terasa hampa

Ku lahir dari wanita
Tak bisa hidup tanpanya
Jikalau tiada wanita
Cintaku untuk siapa

Tiada lelah ku berucap
Terima kasih Tuhan
Engkau ciptakan wanita
‘tuk jadi pasangan jiwa

Oh… wanita…

senang rasanya kalo emang bener kehadiran wanita diharapkan untuk hidup di dunia ini, untuk dipuja karena mempesona, dan entah apalah itu… wanita bukan menjadi hanya jadi objek liar fantasi seorang lelaki buas. bukan juga sosok yang terkurung [seperti yang saya baca di buku sarinah karangan bung Karno]. tetapi sosok dikagumi pesonanya…

tiba-tiba terlintas, andai ada seseorang yang mengibaratkan lirik itu untuk saya… [muluk sepertinya!] hahahhaha.. tapi sudahlah, karena saya merasa saya wanita. saya percaya lagu itu juga dipersembahkan untuk saya (juga) sebagai seorang wanita. hahhaa…

cepet sembuh pa…:’(

note:

mungkin beribu kata gak cukup buat ngegambarin sebenernya saya bangga punya papa sehebat papa!

maapkan saya dengan seluruh keegoisan…

kali ini saya mundur!!  bukan karena kalah. sedang mencoba ikhlas sajah…

hey !!! tunggu…

hidup saya tidak akan statis. semua akan tetap berjalan dinamis…

thank you.

ps, semoga bahagia disana dan disini.

aul.

saya sisipkan lagu ini. untuk membuat saya semangat tersenyum kembali saat sunrise nanti.

ini kejadian 03Juni’09.

hari macam apa ini??

tadi setelah mendapat traktiran dari seorang teman untuk mengobrol di salah satu coffee shop.
saya dan kedua teman saya berencana akan melihat seperti apa lokalisasi yang ada dijakarta.
dari niat itulah hal-hal aneh yang beruntun terjadi kesialan..
ck ck ck, Tuhan memang Maha Tahu…

pertama-tama setelah meninggalkan coffee shop, saya niat melaju ke tempat pertama.
belum lama kami melaju, tiba-tiba pria berompi hijau memberhentikan mobil yang dikendarai
oleh teman saya [sebut saja bunga, seperti koran bila memberi nama samaran]. damn!
kesalahan apa yang kami perbuat? ternyata hanya masalah daya ingat..
lupa nyalain lampu mobil… OMG! urusan makin panjang.. pria itu tidak ingin berdamai.
mengibarkan bendera perang rupanya.. dengan segala kepolosan yang kami punya.. terjadi percakapan yang panjang dan ujung-ujungnya sidang!
ah sial,, kami di TILANG!!!!

jadi ingat cerita teman saya waktu ditilang polisi karena kesalahan yang begitu banyak [sebut saja X].
pertama menerobos lampu merah, tapi alibinya saya tidak lihat pak!
kedua SIM belum punya, dibilang masih tahap pembuatan pak!!
Ketiga pajak belum dibayar selama beberapa bulan, yang dikatakan oleh teman saya itu jangan salahkan saya pak.. tanya ibu saya aja!!
hahahaha… yang jadi masalah bukan itu saja. tapi yang malah si X bilang ke polisi itu.
X : “pak kata temen saya bisa damai yah kalo punya masalah begini? tapi itu kata temen saya loh pak bukan saya. hehehe (nyengir kuda)”
P : “kata siapa? kamu ikut sidang sajah”
X : “saya belum punya pengalaman sidang pak!!”
P : “makanya kamu jadi punya pengalaman kan”
lalu yang saya tidak habis pikir, setelah itu teman saya hanya berpikir:
X : “pak saya bingung pak kalo sidang, saya mesti pake baju apa? saya bingung nih pak mau pake baju apa?
terus saya bawa pengacara yah pak? emang sidang itu seperti apa pak?”

OMG, kasus begini ajah si X sudah repot. apalagi bener jadi artis yang hobinya sidang ini itu… hahahahaha..
malah baju apa yang dipikirin? bukan kasus atau kesalahan yang diperbuat? hehehe..

kembali ke hari ini.
yah, setelah kami ditilang dengan segala perdebatan, kami memutuskan yasudahlah..
lanjut ke niat awal, akhirnya kami memutuskan melupakan niat kami.
tapi rasa penasaran masih ajah mengisi otak. terus berkejar-kejaran… ah sudahlah, ayo kita lanjutkan saja niat awal
yaitu melihat lokalisasi yang ada dijakarta!!
kami memutuskan ke taman lawang,
yunowat?? yunowat??
saya merasa, secara fisik saya benar-benar kalah poin dengan banci-banci yang tersusun rapi dipinggir jalan itu…
sial, sama ‘wanita rakitan’ ajah saya kalah!!!
kesialan kembali terjadi, saat melewati jalan.. tiba-tiba ada makhluk yang memberhentikan kami.
sangat vulgar sekali.. sial!! malapetaka apa ini…
jalanan sepi,benar-benar sepi, panik!! melihat fenomena alam perbancian yang sedang show didepan mobil kami..
maju nabrak, mundur sangat tidak mungkin.. syok!! benar-benar syok!!
OMG, mereka punya kelamin seperti kita? organ tubuh seperti kita? yah tubuh wanita… jelas. semua terlihat jelas didepan mata!!
tiddddddaaaaaaaaaaaakkkkkk

kkkk!!!! kami benar benar benar benar benar panik!!
dengan sisa keberanian, kami 3 wanita yang isi otaknya sedang dikejar penasaran. menancap gas lalu melaju!!!!!
satu kata : ‘KAPOK!!!’
benar-benar Tuhan Maha Tau, niat buruk selalu berjalan dengan buruk pula..

yang saya bingungkan mereka mendapat dana dari mana untuk berubah wujud tepatnya trans gender… sun go kong ajah mau berubah jadi dewa,
harus ngambil kitab suci [ups gak ada hubungannya yah?].
sudahlah, malam semakin matang… saya tidak mau terpanggang oleh malam…
selamat malam teman. mungkin esok ketika terbangun, yang terjadi hari ini hanya mimpi…

pelajaran hari ini: ‘niat buruk kadang berjalan dengan buruk!! mungkin lain kali berjalan tidak buruk.. hehehe’

Ps :
teman X, maap bukan maksud membuat kamu terekspose. tapi ini sedikit terjadi kemiripan kejadian.. hehehe!
kedua teman saya, tenang.. ini hanya mimpi. esok mulai dari nol lagi [bensin kali ah!!]

regard,
aul.

Halaman Berikutnya »