Apa?

Apa yang kamu butuhkan ketika kamu gagal?
Tentunya dukungan dari orang-orang sekitar.
Bukan tekanan. Begitupula dengan saya.


What a day?

Kamu mengajak saya makan malam? Ini bukan mimpi kan? Tolong cubit saya.
Apa jangan-jangan ada yang iseng ngebajak handphone kamu?
Tolong yakini saya ini nyata! Oh Lord…

Setelah beribu-ribu jam kita berjarak, jauh dan tak saling kenal…
Lalu kamu datang, mengajak saya makan malam? Oh what a day?

Oh what a day?
Kita bertemu, bersama, mengobrol, tertawa, makan malam, menceritakan hal-hal bodoh..
Oh what a day?
Kita saling berhadapan lagi, saling bertukar cerita, tidak membahas yang lalu, dan saya kerap kali bertindak bodoh dan kamu hanya tertawa.
Oh what a day?
Kamu mengantar saya pulang, seperti dulu yang kamu lakukan. Saya mengucapkan terima kasih, berpamitan dan saya bahagia.
Oh what a day?
Saya benar-benar tidak bermimpi.. Rasanya seperti bertemu teman lama yang sudah tidak pernah bertemu setelah sekian lama..

OH WHAT A DAY?


Tawaran. Bagaimana?

Kalo ajah sebotol beer bisa nuker keadaan jadi baik, gue pasti akan kasih itu ke lo sekarang! Setidaknya satu senyuman, satu botol? Bagaimana? Setuju?


Kejutan

Memang hidup penuh kejutan ya?
Kadang lucu kalo diinget-inget lagi..

Beberapa minggu yang lalu, gue dalam posisi dimana orang bilang galau. Entahlah apa arti galau itu sendiri gue gak tau.

Wajar sih menurut gue. Saat itu gue lagi bener-bener masih belom bisa terima kenyataan kalo gue abis kehilangan sesuatu. Kehilangan tempat nyaman gue. Kehilangan yang selama ini udah jadi pola dalam hidup gue.

Entahlah. Saat itu gue bener-bener ngerasa wow ini kejutan! Kejutan yang bener-bener gue gak nyangka sebelumnya..

Ya namanya juga patah hati ya bok? Wajar kan kalo masih luka. Aseekkk!! Hehhehe….

Singkat cerita, hubungan gue dan nya saat ini masih tidak baik. Walaupun gue udah berusaha, masih tetep akan begini. Yasudahlah ya… Mungkin benar, cuma waktu yang bisa buatnya jadi wajar lagi…

Lucu sih kalo dipikir. Ini bukan usia nya gue buat ngelakuin hal-hal begini. Setelah putus gak saling sapa atau apalah itu. Tapi ya gak bisa maksa juga yah bok klo emang dia nya maunya seperti ini. Gue yakin kok, sebenernya dia juga gak nyaman dengan keadaan seperti ini.
Yasudahlah ya… *lagi-lagi bilang yasudah*
Perasaan emang gak bisa dipaksa. Senyamannya aja deh ya….

Seperti yang dia pernah bilang.
‘Gue percaya takdir’.
Okey, we’ll see! Kemana takdir bawa jalan cerita kita masing-masing..

Dan kita lihat. Kejutan apa lagi nantinya?

Nb: kalo nanti ketemu di jalan, semoga masih inget caranya nyapa dan senyum ya… (⌒˛⌒)

Carpe diem. Seize the day!


$-:’”,_-+@)!?

‘Makasih ya’

Maap.
Gue gak bisa bilang langsung.
Karena keadaan maksa gue buat diam!

Ps, Jujur gue kangen lo. Sial!


Untitle

Hey, ada yang terluka disini
Mungkin karena sakit hati
Oh, bukan karena patah hati
Atau karena di tinggal pergi
Duh, kasian sekali

Hey, ada yang tertawa disana
Mungkin karena merasa lega
Ehm, atau karena habis menghisap ganja
Atau malu menutupi rasa sedihnya

Ah sudahlah…
Waktu harus berjalan sebagaimana mestinya…
Berputar melewati angka-angka yang entah siapa yang menciptakannya..

Ah sudahlah…
Biarkan puing-puing kenangan terbungkus dengan senyuman bahagia…
Setidaknya kita masih hidup di bumi yang sama…

Ah sudahlah…
Walaupun tak saling tegur sapa..
Pasti ingatan manis masih melekat diotaknya..
Setidaknya, kita pernah bersama..
Dan saya sempat memeluknya..

Ps, I hate miss you. I hate love you. HAH !


Kini

Semua sudah berakhir.
Berhenti sampai disini.
Kini, saya hanya bisa melihat punggung itu dari kejauhan.
Kini, tak ada lagi cerita bersama.
Kini, kita berdiri masing-masing.
Kini, tak ada lagi dua tangan saling bergandengan.
Ini bukan mimpi.
Ini nyata.
Dan saya harus benar-benar menghadapinya. Dan saya harus bisa terima dengan lapang dada.
Mari berdamai dengan keadaan.


Tenangkan diri. katanya!

mungkin saya sudah lupa rasanya mendengar kata ‘sayang’ dari orang.

tapi semoga saya tidak lupa rasanya disayang seseorang, meskipun saya sudah tidak pernah mendengarkan kata ‘sayang’ itu sendiri…

 

sebenarnya saya benci jadi orang yang selalu berpikir negatif. saya benci dengan pikiran saya yang sangat sangat tidak sederhana ini. semuanya kompleks. saya tidak suka dengan semua ini. benar-benar tidak suka.

 

tenangkan diri. katanya!

 

Baiklah, saya akan mencobanya. Tapi jika saya gagal nantinya, peluk saya. karena itu sudah lebih dari cukup untuk saya menenangkan diri…


Hell yeah…

Biar ku tabung semua rindu.. Hingga sampai terkumpul dengan banyak.. Lalu kubungkuskan rindu itu dengan kotak. Dihiasin pita merah yang cantik.. Dan kutinggalkan di depan pintu rumahmu..

Dengan harapan, kamu yang membuka pintu itu. Melihat sekotak rindu yang berpita merah..
Iyah, sekotak rindu berpita merah itu hanya untuk mu rit! Bukalah.. Agar kau tau seberapa banyak rinduku padamu..


entah apa lagi ulahnya!

Ia melakukan ulah lagi. Tentunya dengan caranya sendiri. Yah lagi. Dengan pola pikir yang sangat sederhana sekali. Kadang terlalu sederhana, itu yang membuat saya sulit meraba.

Ini bukan persoalan tentang si semangat dan sang keinginan. ini tentang sebuah konsep pertemuan. saya beranggapan, pertemuan itu bisa dikatakan berkualitas bila dalam pertemuan tersebut memiliki unsur komunikasi 2 arah, ada percakapan didalamnya, ada kegiatan didalamnya dan apapun itu yang membuatnya semakin berkesan.

Tapi, konsep yang dipikirkan olehnya. Pertemuan, cukup kok. “Saya lihat kamu, dan kamu melihat saya” Kalo pun menginginkan unsur lainnya, itu urusan nantinya. Semua tergantung situasi dan kondisi.

Yeah!!
Lagi-lagi tidak ada yang benar ataupun salah.
Ini hanya persoalan persepsi. Yah apapun itu, saya cukup menyadari. Kadang perbedaan itu membuat semua semakin indah. Semoga!

-carpe diem-


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.